Respon Bencana Selat Sunda

Selat Sunda, Indonesia: Dr. Teza Farida dari PKBI Jakarta mitra Oxfam dalam Jejaring Mitra Kemanusiaan memeriksa tenggorokan dan kesehatan Sophia (kredit: Adrian Mulya/OxfamAUS)

Selat Sunda, Indonesia: Dr. Teza Farida dari PKBI Jakarta mitra Oxfam dalam Jejaring Mitra Kemanusiaan memeriksa tenggorokan dan kesehatan Sophia (kredit: Adrian Mulya/OxfamAUS)

Oxfam di Indonesia bersama mitra dalam tanggap bencana yaitu Jejaring Mitra Kemanusiaan (Humanitarian Knowledge Hub) melaksanakan tanggap bencana di Selat Sunda yaitu di Banten, Jawa dan di Lampung Selatan, Sumatera. Tanggap bencana ini dilakukan Jejaring Mitra Kemanusiaan dengan mendistribusikan bantuan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pemerintah yaitu pendistribusian air bersih atau WASH, alat kebersihan, terpal dan bantuan klinik bergerak bagi penyintas bencana.

Tanggap bencana kategori tiga ini dilakukan setelah pada 22 Desember 2018 terjadi tsunami setelah gunung berapi Anak Krakatau meletus dan runtuhnya sebagian kawahnya di Selat Sunda melanda beberapa daerah pantai Banten di Jawa dan Lampung di Sumatra, Indonesia. Akibat tsunami ini 437 orang tewas dan 14.059 lainnya terluka. Anggota Jejaring Mitra Kemanusiaan yang terlibat dalam tanggap bencana Selat Sunda ini yaitu Kiara, Bina Masyarakat Peduli dan PKBI Jakarta.

Lokasi Proyek

Banten: Kab. Pandeglang;

Lampung: Kab. Lampung Selatan;

Mitra Kerja

Mitra: KIARA, PKBI DKI Jakarta, PKBI Bandar Lampung, BMP;