ICDRC - Membangun Ketangguhan terhadap Bencana

Para sukarelawan sedang bersiap mengikuti upacara kesiapsiagaan menghadapi bencana di depan halaman Balaikota DKI Jakarta.

Para sukarelawan sedang bersiap mengikuti upacara kesiapsiagaan menghadapi bencana di depan halaman Balaikota DKI Jakarta. Oxfam dan mitra bekerjasama memperkuat upaya pengurangan risiko bencana dengan mengikuti upacara kesiapsiagaan menghadapi bencana termasuk di kota Jakarta (kredit: Irwan/OxfamIDN)

Proyek Membangun Ketangguhan terhadap Bencana dan Iklim di Indonesia berlangsung antara 2005-2022. Proyek ini mendukung ketangguhan masyarakat pedesaan dan perkotaan yang rentan khususnya kaum perempuan di Indonesia. Proyek ini meningkatkan ketangguhan masyarakat dan lingkungan yang berkesinambungan terhadap iklim, meningkatkan kesiapsiagaan dan peningkatan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap bencana dan mendorong sistim pengelolaan pengurangan risiko bencana yang inklusif.

Proyek Pengelolaan Risiko Bencana atau Disaster Risk Management (DRM) Indonesia ini telah dimulai Juli 2005 paska tsunami Samudra Hindia pada 26 Desember 2004. Pada 2018 proyek ini diperluas cakupannya dengan fokus pada ketahanan iklim dan penghidupan yang berkelanjutan dan akan berlangsung hingga Juni 2022.

Dalam melaksanakan tanggap kebencanaan Oxfam bekerjasama dengan mitra lokal melalui Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK) atau Humanitarian Knowledge Hub (HKH). JMK ini merupakan inisiatif Oxfam yang berfokus pada peningkatan koordinasi dan keterkaitan antara mitra kemanusiaan dalam mobilisasi sumber daya dan pengembangan kapasitas dalam tanggap kebencanaan. Selain itu, Oxfam mendukung bantuan teknis kepada pemerintah daerah dan nasional untuk mendukung pengembangan model kota tangguh; mengembangkan peta risiko berbasis GIS; pengembangan model mitigasi banjir; melatih dan mendukung perempuan untuk menjadi pemimpin dalam pengurangan risiko bencana; mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi tangguh; membangun integrasi kesiapsiagaan dan tanggap bencana.

Lokasi Proyek

Nusa Tenggara Barat: Kabupaten dan Kota Bima, Mataram, Lombok Timur, Lombok Utara; 

Nusa Tenggara Timur: East Flores, Kupang, (Kepulauan Timor);

Jawa Timur: Kediri; 

DKI Jakarta: Jakarta;

Mitra Kerja

Kementerian koordinasi: BNPB, BPBD terkait; 

Mitra: Konsepsi, LP2DER, YPPS, Jemari Sakato, CIS Timor, Aksara, PKPA, KKSP, SUAR, Perkumpulan Pikul, SAPDA;